Berani Sebar Identitas Pasien Covid-19, Sanksi Tegas Menanti
bukabaca.id – Sanksi tegas menanti bagi siapapun yang secara sengaja menyebarluaskan informasi terkait identitas pasien Covid-19 (Corona Virus Disease).
Hal Ini diatur dalam Pasal 32 huruf i Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Juga diatur dalam Pasal 57 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 17 huruf h angka 2 Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Dalam undang-undang menerangkan bahwa setiap orang berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya yang telah dikemukakan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan karena bila dibuka dan diberikan kepada pemohon informasi publik dapat mengungkapkan rahasia pribadi.
Seperti dikutip dari kompas 1 Mei 2020, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan bahwa sebagaimana dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 26 dan 45, sanksi pidana menanti bagi penyebar data pasien Covid-19 dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara dan denda Rp 750 Juta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dr. Jusnan. C. Mokoginta, MARS, kepada awak media menyatakan bahwa tindakan yang bakal diambil Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bolmut jika terjadi hal tersebut. Seperti diketahui untuk saat ini di daerah yang telah terkonfirmasi 1 kasus positif.
Kata Jusnan, pihaknya akan mengambil sanksi tegas bagi siapa saja yang secara sengaja menyebar luaskan identitas pribadi pasien Covid-19.
“Tim Gugus Tugas ini bukan hanya dari Dinas Kesehatan, namun dari unsur Polri hingga Kejaksaan juga tergabung didalamnya. Maka, jika ditemukan ada oknum yang secara sengaja menyebar luaskan data pribadi pasien, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ungkap dia.
Lanjut Jusnan, data pribadi pasien Covid-19 tidak boleh disebarkan, karena akan mempengaruhi psikologis pasien dan keluarga pasien.
“Dalam protokol tetap (protap) penanganan Covid-19 pun dilarang menyebutkan nama pasien ataupun inisial pasien. Hal tersebut melanggar Protokol Komunikasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan,” terangnya.
Tidak hanya itu, ia pun berharap, warga Bolmut jangan panik dan tetap bijak dalam menanggapi pasien Covid-19 ini.
“Tetap tenang, patuhi anjuran pemerintah untuk diam dirumah, selalu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker jika terpaksa keluar rumah dan menjaga kesehatan tubuh. Saya optimis, satu minggu kedepan Covid-19 di Bolmut bakal selesai,” ujar mantan Kadis Kesehatan Boltim itu, saat dihubungi via telepon pada Jum’at (01/05/2020). (*Chan)
