Buka Baca ID

Buka dan Baca Berita Harian Online Indonesia

Headline

Cerita Rifai Tukang Sapu Pemilik Rumah Kebun Berdinding Tenda di Selayar: Kadang Upah Diganti Sayur

waktu baca 2 menit
Rifai Pemilik Rumah di Tengah Kebun Dinding Kain di Selayar.

BukaBaca.ID, Kepulauan Selayar – Tim Komunitas Peduli Sesama Kabupaten Selayar, mengatakan telah berhasil bertemu dengan Muh Rifai alias Idil (49) pemilik rumah kebun beratap dan berdindingkan tenda di ruas jalan Jenderal Achmad Yani, Lrg. Saladong II E, Lingkungan Balang Hibung, Kelurahan Benteng Selatan, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Tim Komunitas Peduli, kepada bukabaca.id, mengatakan bahwa Rifai disambangi di kawasan Pasar Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Bonehalang, Rabu, 25 Desember 2024 petang kemarin, ba’da salat magrib.

Penantian panjang tim Komunitas Peduli Sesama Kabupaten Selayar sejak dari pukul 12.00 Wita hingga menjelang sholat Isya, akhirnya membuahkan hasil, setelah Muh. Rifai (49 thn) datang yang sehari-harinya bekerja sebagai penyapu di kompleks Pasar PPI Bonehalang.

“Dari hasil assesmant di lapangan, Rifai sudah kurang lebih tiga tahun menempati bangunan rumah kebun itu,” ujar Tim Komunitas Peduli, Kamis (26/12/2024).

Sebelumnya, Muh. Rifai, tinggal berdomisili menempati rumah kebun di sekitar Rumah Sakit KH. Haiyung, Benteng dan menggeluti pekerjaan sampingan sebagai seorang penggarap tanah lahan perkebunan.

Namun karena tanamannya yang kerap disatroni oknum tidak bertanggung jawab, akhirnya, Rifai pun memutuskan untuk pindah menempati bangunan rumah kebun beratap dan berdinding tenda di Lorong Saladong II E, milik salah seorang mantan camat di Kepulauan Selayar.

Muh. Rifai diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan wakil bupati, H. Saiful Arif.

“Saya sudah kurang lebih setahun melakoni profesi sebagai penyapu di Kompleks Pasar PPI Bonehalang,” ujarnya Rifai.

Pekerjaan sebagai penyapu pasar dilakoninya setiap hari, setelah salat magrib, setelah pedagang pasar bubar dan telah kembali ke rumahnya masing masing.

Sementara aktivitas pagi, Rifai. sapaan akrab Idil melakoni pekerjaan sebagai kuli bangunan, dan kuli panggul pedagang sayur, paruh waktu.

“Sebagai kuli panggul sayur, terkadang diberi imbalan jasa sekenanya, antara Rp. 50.000,- perhari,” ujarnya.

Idil menambahkan, jika pembeli sedang sepi, jasanya terkadang diganti dengan sayur yang tak lagi laku terjual. Sayur-sayur tersebut, lalu dipilahnya untuk memisahkan sayur yang sudah tak lagi laik jual.

Hasil pilahan, kemudian dijualnya kembali dengan harga murah Rp20 ribu untuk menyambung nafas kehidupan.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebut, Muh. Rifai telah setahun ditinggal menikah oleh isterinya.

Rifai resmi bercerai sejak medio bulan april 2023, setelah sempat dikarunia empat orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan.

Terpisah, Nurliana, sepupu tiga kali Muh Rifai mengutarakan, sebelum tinggal menempati bangunan rumah kebun beratapkan tenda, dulunya Muh. Rifai dikategorikan sebagai orang yang cukup berada.

“Dia bahkan pernah tinggal bersampingan dengan rumah ipar, dan sekaligus sepupu tiga kalinya di Lrg. Bambu,” ungkapnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *