Danny Pomanto Dukung Program Sudirman Loop Jadi Sistem Transportasi Antarmoda Baru Terpadu

waktu baca 2 menit
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto, saat menerima kunjungan jajaran World Resources Institute (WRI) di kediamannya, Jalan Amirullah, Senin (30/01/2023) malam.

BukaBaca.id, Makassar – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, mendukung Sistem Transportasi Antarmoda Terpadu di kawasan Jalan Sudirman, Makassar. Program ini merupakan kerja sama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, World Resources Institute (WRI), dan Kerajaan Inggris.

Kerajaan Inggris yang menjadi pendonor moda transportasi publik ramah lingkungan dan sehat ini.

“Saya senang sekali ada project seperti ini. Konsep loop itu bagus, bisa menjangkau titik-titik bangkitan penumpang yang mengintegrasikan bangkitan baru. Kalau pilotnya hanya ingin memulai bahwa ada publik transportasi di tengah kota, maka silakan jalan,” kata Danny Pomanto usai menerima kunjungan WRI di kediamannya, Jalan Amirullah, Senin (30/01/2023) malam.

Namun, dia menyarankan agar ke depannya dapat diprogram lebih besar lagi bukan hanya di tengah kota.

“Bisa rutenya dari kampus Unhas (Universitas Hasanuddin), ke sirkuit, sport center, New Port (Makassar New Port), lalu masuk ke pusat kota, ke down town (Pantai Losari) terus berputar begitu, loop aja dulu begitu. Bangkitannya pasti tinggi. Apalagi dengan sistem dua rel, keren itu,” sarannya.

Bahkan, dia memperkirakan di wilayah Biringkanaya dan Tamalanrea saja bangkitannya sudah bisa mencapai 50 persen dari total ratusan ribu jumlah penduduk di sana.

“Harus ada gagasan lebih besar dari Sudirman Loop seperti Makassar Loop. Lebih general yang menghubungkan kecamatan-kecamatan sehingga potensi bangkitan dan tarikannya dapat diakomodasi,” ungkapnya.

Senior Transport Specialist WRI Indonesia for Makassar, Sakti Adji Adisasmita, mengatakan Kerajaan Inggris rencana memberikan anggaran donor perihal sistem transportasi di Makassar.

Olehnya, pihaknya memulai dengan project yang kecil dahulu dengan konsep pilot project di Sudirman Loop.

“Jadi, bagaimana konsepnya transportasi antarmoda yang sehat tidak hanya pejalan kaki, sepeda, tetapi di situ ada konektivitas antarmoda. Misalnya, transportasi publik dengan skala lebih kecil sehingga frekuensi putaran dari Sudirman Loop itu bisa terlayani dengan baik dan meminimalkan transportasi pribadi,” papar Sakti.

Dengan sistem transportasi antarmoda, kata dia, perlu adanya penempatan simpul-simpul di beberapa tempat di wilayah Sudirman Loop, seperti dalam bentuk Transportasi Oriented Development (TOD) dalam skala yang lebih kecil karena lahan tersedia makanya simpul ditingkatkan agar terjadi integrasi moda.

Olehnya, di kawasan itu pula bakal menarik wisatawan untuk berkunjung di sana dan bertransportasi sehat di sana.

“Selanjutnya akan dikembangkan di beberapa titik di Makassar dan yang kecil bisa dikembangkan-digabung secara terintegrasi sehingga pusat kota tidak hanya jadi tujuan tetapi destinasi wisata dan kuliner,” ucapnya.

Dalam waktu dekat program itu akan terealisasi. Rencananya Maret nanti pihak embassy dari Kerajaan Inggris akan hadir dan bertemu Wali Kota Makassar terlebih dahulu untuk pembicaraan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *