Dokter Yudi Ajak Penyintas Covid-19 Lakukan Donor Plasma Konvalesen
bukabaca.id, Makassar – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat, tingginya jumlah kasus baru dan angka kematian akibat penularan virus corona.
Berdasarkan data milik pemerintah hingga Sabtu (10/7/2021) pukul 12.00 WIB terjadi penambahan 35.094 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Dengan demikian, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 kini berjumlah 2.491.006 orang terhitung dari Maret 2020. Data tersebut juga bisa diakses melalui laman covid19.go.id yang diperbaharui setiap sore.
Meningkatnya yang terpapar covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Indonesia , Dr Wachyudi Muchsin SH M.Kes Humas IDI Kota Makassar yang juga merupakan penyintas Covid-19 mengajak kerelaan seluruh penyintas covid-19 untuk mendonorkan darah plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) atau rumah sakit yang memiliki fasilitas donor plasma konvalesen.
“Ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan plasma darah yang sesuai dengan kebutuhan, jika cocok penyintas bisa mendonorkan plasma darahnya,” ujarnya, Minggu (11/7).
Diketahui bahwa Dokter Yudi sendiri sudah pernah terpapar covid-19 sebanyak dua kali. Pertama pada Juni 2020 lalu dengan status tanpa gejala. Lalu yang kedua kalinya pada Februari 2021, dengan gejala berat masuk di ICU Covid-19 membaik dengan terapi donor plasma konvalesen .
Masih kata Dokter Yudi, Plasma konvalesen adalah plasma yang diambil dari pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Plasma adalah bagian dari darah yang mengandung antibodi. Pasien yang telah sembuh dari Covid-19 diharapkan telah memiliki antibodi sebagai perlawanan sistem imun terhadap virus SARS-CoV-2.
“Terapi plasma konvalesen merupakan terapi yang dilakukan dengan mendonorkan plasma orang yang telah sembuh dari Covid-19 kepada pasien yang masih terinfeksi,” imbuh dokter yudi .
Selain itu kata Yudi yang juga merupakan kabag Humas dan kerjasama UIM menuturkan bahwa hal ini dilakukan dengan harapan bisa membantu antibodi pada tubuh pasien yang masih sakit. Sehingga terapi ini mampu mencegah penyakit berkembang lebih parah dan mempercepat waktu penyembuhan.
Tak hanya itu, ia juga mengimbau untuk para calon donor plasma harus melakukan screening lanjutan di Palang Merah Indonesia (PMI) atau rumah sakit yang memiliki fasilitas donor plasma konvalesen. Hal ini agar bertujuan untuk mengetahui kelayakan plasma darah yang sesuai dengan kebutuhan, jika cocok penyintas bisa mendonor
Selain itu bagi penyintas covid-19 yang ingin mendonorkan syaratnya Pernah terkonfirmasi positif COVID-19 melalui hasil swab RT-PCR dan/atau swab antigen, Telah bebas gejala COVID-19 (demam, batuk, sesak napas, diare) sekurang-kurangnya 14 hari, Usia 18-60 tahun, perempuan yang belum pernah hamil, berat badan minimal 50 kg, serta tidak menerima transfusi plasma selama enam bulan terakhir
Ajakan Dokter Yudi ini pun sesuai dengan harapan Ketua Umum PMI M Jusuf Kalla untuk mengajak seluruh pasien sembuh atau penyintas covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen.
Diketahui bahwa sebelumnya, JK pernah menyampaikan terkait adanya tiga ribu permintaan kantor plasma dari pasien covid-19 di seluruh Indonesia yang belum terpenuhi saat ini akibat kasus covid-19 meningkat tajam di Indonesia.